Dua slide ini diambil dari website PT KAI tentang safety issue. Hal-hal yang menjadi pusat perhatian terlihat fokus pada tiga hal: Teknologi, SDM dan Peraturan. Ada yangmungkin terlewat, yaitu budaya safety di dalam organisasi. Dan khusus di Indonesia, perlu ditambahkan pula soal budaya "safety" masyarakat dalam proses evacuasi dan management bencana. Kasus tabrakan kereta api di Pondok Bentung Bintaro 9 Desember 2013 adalah contoh nyata bagaimana proses evakuasi terhambat akibat kerumunan orang yang ingin melihat dari dekat bahkan mengambil foto kecelakaan, yang jelas menunjukkan tak adanya sama sekali pemahaman tentang Budaya Safety dan bagaimana masyarakat sebagai pihak ketiga harus berperilaku dalam keadaan darurat.
Slide kedua ini yang menarik adalah soal mengubah budaya safety organisasi yang mengingatkan aku pada buku terkenal James Reason mengenai Managing Risks of Organizational Accidents. Point yang menarik adalah soal keinginan mengubah organisasi dari"the blaming culture" to"just culture". Let's we see. Inti budaya ini menurut Reason adalah mendorong pegawai untuk berterus terang jika seseorang melakukan kesalahan yang menyebabkan kecelakaan kerja. Lazim diketahui bahwa orang enggan melaporkan kesalahannya karena adanya "blaming culture" di organisasi. Siapkah tak menyalahkan pegawai ketika ia berterus terang tentang kesalahannya? Entah jika hal ini ditafsirkan lain lagi.
Satu lagi yang tidak terlihat disini adalah perlengkapan darurat apa yang disediakan di dalam kereta api dan adakah terpikir untuk mengembangkan upaya mendidik penumpang kereta api untuk mengenali hal hal yang harus dilakukan jika terjadi keadaan darurat.
No comments:
Post a Comment